Month: October 2018

Recent Posts
Mindset

Beli Barang Dibayari Hasil dari Trading Saham, Apa Mungkin?

Sebagai trader sudah berkali kali meraup keuntungan di bursa saham, tentu pernah terlintas untuk membeli barang-barang mewah dengan menggunakan hasil trading saham anda. Pertanyaannya apakah mungkin?

Secara matematis tentu hal itu mungkin, sebagai contoh, anda ingin membeli rumah atau apartment seharga 1 milyar jika dicicil selama 15 tahun, anda hanya membutuhkan “iuran” bulanan sebesar 7 juta. Andaikata modal trading anda sebesar 700 juta, maka anda hanya mendapatkan keuntungan 1% saja setiap bulannya untuk menikmati rumah tersebut.

Hitungan diatas bagi kebanyakan orang tidak teralu muluk dan akan sangat mudah dicapai. Namun ada faktor lain yang menyebabkan hitungan tersebut bisa jadi sangat sulit dicapai, yaitu kesiapan mental anda. Seperti seorang atlit yang tidak diunggulkan tiba-tiba menjadi juara, atau seorang atlit yang diunggulkan namun malah gagal di awal-awal pertandingan, semua itu terakit dengan mental.

Dengan mematok target sebesar 1% setiap bulannya untuk memenuhi “cicilan” anda, tentu anda telah menambah beban mental tersendiri, akibatnya anda akan cenderung terburu – buru dalam mengambil keputusan, yang mungkin malah mengakibatkan performance trading anda menurun jika dibandingkan saat tidak ada ‘beban’ atau ‘target’ yang ingin dicapai.

 

Konsep

5 Alasan Perlunya Perampingan Portfolio Saat Downtren

Seringkali kita mendengar trader yang sudah berpengalaman melakukan perampingan (menjual sebagian saham) portfolio saat bursa bergejolak tak menentu.

Ya perampingan portfolio saat downtren atau bursa bergejolak wajib hukumnya untuk dilakukan, berikut beberapa alasannya

  1. Posisi = Resiko, memiliki posisi saat bursa bergejolak sama dengan menanggung resiko. Jika sewaktu-waktu terjadi selling frenzy maka modal trading anda menjadi terancam akan berkurang. Alasan ini sesuai dengan prinsip “selamatkan modal terlebih dahulu”
  2. Lebih mudah average down, seandainya anda berkeinginan untuk menunggu saat gejolak bursa saham berlalu untuk melakukan average down, memiliki hanya sedikit saham (posisi) tentu akan lebih mudah dilakukan ketimbang anda memiliki banyak posisi (dalam hal kebutuhan modal).
  3. Mengurangi tekanan psikologis, melihat bursa saham dalam keadaan downtren tentu memberikan tekanan psikologis tersendiri, terutama bagi mereka yang sehari-hari memantau bursa. Dengan memiliki saham dalam portfolio tentu akan memberikan sedikit kelegaan bagi trader (sudah merasa beruntung karena sudah berhasil mengurangi posisinya di bursa).
  4. Modal dapat digunakan untuk keperluan lain, ketimbang menunggu di salah satu saham yang downtren, tentu lebih baik jika modal dapat diputar di tempat lain. Bursa saham bukanlah satu-satunya tempat untuk mengembangbiakan uang, masih terdapat berbagai tempat lain seperti peer-to-peer lending yang sedang naik daun.
  5. Bisa Liburan, ya daripada harus mengamati bursa saham yang sedang downtren parah, mengapa tidak jalan-jalan sekedar refreshing. Untuk apa memaksakan diri melakukan trading jika kondisi tidak kondusif.