Konsep

Mengenal Altman Z-Score

Altman Z-Score adalah sistem skoring untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam menyelesaikan utang-utangnya, apakah sudah mendekati kebangkrutan atau belum.

Z-Score dicetuskan pertama kali oleh Edrward L. Altman pada tahun 1968 setelah meneliti 33 perusahaan dalam bursa saham di Amerika yang mengajukan kebangkrutan antara tahun 1945-1965.

Z-Score dirumuskan sebagai berikut:

Z = 0.012X1 + 0.014X2 + 0.033X3 + 0.006X4 + 0.999X5

Dimana

  • X1 = working capital / total assets
  • X2 = retained earning / total assets
  • X3 = earnings before interest and taxes / total assets
  • X4 = market value of equity / book value of total liabiliries
  • X5 = sales / total sales

Tampak Z-score merupakan persamaan linear dengan 5 variabel berbeda yang memiliki koefisiennya masing-masing. Sehingga dapat disimpulkan Z-score menggunakan pendekatan ‘curve fitting’ untuk mendekati model dari sampel 33 perusahan tersebut, sehingga kita bisa mengharapkan bahwa akurasinya akan 100% akurat. Kita hanya dapat menggunakan altman z-score ini sebagai salah satu tool dalam memprediksi kesehatan keuangan perusahaan, meskipun Altman sendiri mengklaim akruasi sistem skoringnya mencapai 94%.

Altman menggunakan batasan 2.675 sebagai nilai ambang batas sebuah perusahaan menuju kebangkrutan atau tidak, tapi nilai tersebut kemudian direvisi pada tahun 1969 menjadi 1,81 setelah Altman menggunakan lebih banyak sampel dalam penelitiannya.

Penerapan Z-score terbatas pada perusaahan – perusahaan berbasis manufacture atau perusahaan dalam sektor lain yang padat modal (contoh: pertambangan).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *