Konsep

Trader vs Investor

Post saya kali ini akan membahas dua istilah yang sering banget disebut-sebut dalam jagat raya saham yaitu Trader & Investor.

Trader kalo ditelisik dari arti katanya dalam bahasa Indonesia kurang lebih dapat diartikan sebagai pedagang, yap orang yang berusaha membeli barang dan kemudian untuk dijual kembali dengan harapan mendapatkan keuntungan dari selisih harga pembelian dan penjualan. Konsep yang sama juga berlaku dalam dunia saham, trader adalah golongan orang-orang yang kerap kali melakukan aktivitas jual beli saham dengan harapan mendapatkan keuntungan. Trader dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:

  • one day trader (aka intraday trader), yaitu orang-orang yang melakukan jual beli saham di hari yang sama, biasanya beli di pagi hari kemudian dijual kembali menjelang bursa tutup. Biasanya trader tipe ini paling anti jika harus menginapkan saham, karena akan menambah resiko (kita tidak akan pernah tahu apa yang terjadi saat bursa tutup).
  • short term trader, adalah trader yang melakukan transaksi jual beli untuk periode lebih yang lebih lama dari one day trader, bisa satu hari atau beberapa hari.
  • medium term trader, atau dikenal dengan istilah position trader/swing trader, biasanya melakukan jual beli saham dalam periode beberapa hari sampai dengan mingguan, tergantung apakah target harga (TP) saham telah dicapai atau belum.
  • long term trader, sering kali disalahartikan sebagai investor, meskipun sebenarnya keduanya sangat berbeda. Kembali ke motif trading saham, yaitu memperoleh keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli, long term trader tetap memiliki motif untuk memperoleh keuntungan (tanpa memperdulikan adanya deviden dari saham). Hal ini sangat berbeda dengan investor, yang tidak begitu memperdulikan kenaikan atau fluktuasi harga saham, namun hanya memperhatikan besaran deviden saham yang dibagikan setiap tahunnya.