Mindset

Penyakit Teralu Banyak Teori

Hari ini saya mengamati perilaku seorang anggota grup saham ‘pemula’, dimana setiap kali ada yang bertanya anggota tersebut selalu mengeluarkan istilah-istilah yang ‘canggih’ sehingga saya bertanya – tanya apakah anggota tersebut memang ‘pemula’ atau sudah ‘pro’

Menjadi seorang yang dikagumi karena pengetahuan yang luas tentu menjadi kebanggaan tersendiri. Dalam dunia saham, tentu juga ada orang-orang seperti itu, mengeluarkan berbagai ‘ilmu’ dalam diskusi di grup-grup dan forum-forum.

Semua pertanyaan orang lain didasarkan pada teori – teori dari Benjamin Graham, Warran Buffet, Peter Lynch. Kalo perlu posting foto-foto dari buku-buku saham yang menjadi legenda.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah jika ilmu yang dipelajari adalah ilmu-ilmu standar dimana semua orang dapat membeli buku yang sama dan mempelajari, bagaimana kita bisa mendapat ‘edge’ dari permainan saham?

Banyak pengetahuan teori-teori saham tentu saja baik, tapi jika sudah didewa-dewakan secara berlebihan tentu menjadi tidak benar. Dalam dunia saham kita harus memiliki fleksibilitas tinggi. Jika ilmu-ilmu tersebut memang menjamin keuntungan, maka dapat dipastikan para ‘kutu buku’ lah yang menjadi orang terkaya di bursa, namun sayangnya tidak seperti itu.

Post ini hanya sebagai refleksi singkat, bagaimana memiliki ilmu berlebih mejadi beban tersendiri bagi pemula. Dengan merasa memiliki ilmu tinggi merasa jumawa dapat mengalahkan pemain lain dalam bursa saham yang sudah berpengalaman bertahun – tahun seolah – olah mereka adalah orang – orang bodoh yang gampang dikibuli dengan ilmu-ilmu. Seperti ilmu padi, semakin berisi semakin merunduk, itulah sikap yang harus kita pertahankan agar tidak menjadi bumerang di dunia saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *