Pom-pom Saham

Pom-pom saham merupakan istilah yang menggambarkan sebuah tindakan untuk ‘menyemangati’ orang lain untuk membeli suatu saham tertentu, ya mirip dengan pom-pom girl aka cheerleaders untuk menyemangati tim-nya agar bersemangat dalam satu pertandingan.

Tidak ada yang salah dengan pom-pom saham, jika memang informasi yang dikemukakan benar adanya, namun jika dilakukan secara berlebihan tentu akan memancing tanda tanya besar. Mengapa oknum anggota grup sangat bersemangat mempromosikan suatu saham, apakah ia mempunyai agenda tersembunyi ? Ataukah hanya sekedar ‘berbagi’ agar yang lain juga mendapat keuntungan?

Beberapa hari yang lalu saya mendapati seorang anggota grup sebut saja RE, sangat bersemangat men-share berita mengenai DMAS yang konon sudah berhasil mencapai 70% target penjualan pada tahun ini.

Tidak hanya di grup WA, namun yang bersangkutan juga mempromosikan DMAS tersebut di komunitas lain. Bahkan berita yang sama pun di post/share berulang-ulang. Tidak salah, namun yang menjadi pertanyaan mengapa yang bersangkutan sangat semangat (baca: berlebihan) mempromosikan DMAS, toh banyak juga perusahaan lain yang berhasil mencapai target penjualan tahunan mereka dengan sangat baik pada kuartal I tahun ini.

Ketika dikonfrontasi, yang bersangkutan malah tersinggung dan melakukan salah satu teknik emotional blackmailing (untuk menimbulkan rasa bersalah dan mendapat social justification) dengan menyatakan bahwa ybs hanya bermaksud membagi informasi bagus dan mengancam tidak akan berbagi lagi dikemudian hari di grup tersebut

Sangat menarik melihat reaksi dari yang bersangkutan, mengapa hanya karena ‘sentilan’ sedikit, yang besangkutan malah bereaksi seperti tersebut? Penulis menduga yang bersangkutan memang telah memiliki ‘agenda tersembunyi’ yaitu menyebarkan informasi kepada grup saham yang kebanyakan anggotanya adalah investor retail (‘pemula’) yang sangat mudah digerakkan oleh berita bagus. Ketika ada yang berhasil mengamati perilaku ‘pom-pom’ tersebut, yang bersangkutan merasa terpojok dengan membela diri.

Pesan kepada RE, sang pelaku pom-pom: Jaman sudah berubah sis, informasi yang kita sebarkan dapat dengan mudah dipantau oleh sistem. Dengan sangat mudah pesan yang sama (baca: duplikast) dapat di deteksi oleh algoritma komputer. Jadi jika memang melakukan pom-pom terima saja, toh tidak ada yang menyalahkan anda. Tidak perlu untuk tersinggung!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *