Anomali

Rekomendasi Saham: Prediksi vs Justifikasi

Dalam dunia saham, rekomendasi merupakan salah satu elemen tidak terpisahkan dari kegiatan harian pada trader dan investor. Banyak pihak yang mencoba memberikan rekomendasi saham-saham yang menarik untuk dilirik, mulai dari yang undervalue, IPO, menembus resistance, kenaikan volume dan sebagainya. Namun yang menjadi masalah, tidak semua rekomendasi layak untuk diikuti karena pada kenyataannya semua orang dapat saja membuat rekomendasi, mulai dari yang menggunakan feeling analysis (aka insting), technical analysis atau bahkan fundamental analysis.

Telepas dari itu semua, kita dapat mengolongkan pemberi rekomendasi menjadi 2 yaitu prediksi dan justifikasi.

Tipe prediksi umumnya berani mengemukakan pendapatnya diawal sebelum terjadinya kenaikan/penurunan harga, terlepas dari salah atau bedar prediksinya dikemudian hari. Inilah tipe yang perlu kita ikuti rekomendasinya (tentunya dengan memperhatikan track record prediksi-prediksi sebelumnya).

Yang paling celaka adalah pemberi rekomendasi dengan tipe justifikasi, yaitu hanya memberikan pendapatnya setelah terjadinya kenaikan/penurunan harga, dengan berbagai alasan dan analisa yang rumit, sehingga terlihat hebat dan sudah dapat memprediksi kejadian tersebut (padahal sebelum terjadi, biasanya tidak ada rekomendasi/pendapat apa-apa yang diberikan).

Sebenernya, ada tipe ke tiga yang juga cukup kurang ajar, yaitu gabungan prediksi dan justifikasi, yang umumnya memberikan prediksi diawal, kemudian saat kondisi tidak sesuai prediksi, langsung berkoar-koar dengan memberikan justifikasi-justifikasi dengan saran untuk melakukan cut loss atau bahkan kabur tanpa jelas (rekomendasi yang salah tersebut tidak lagi disebut-sebut). Juga termasuk dalam tipe ini adalah pemberi rekomendasi yang menganut aliran ilmu tertentu (contoh foreign flow), ketika kondisi pasar tidak sesuai dengan kitab suci aliran foreign flow (pergerakan transaksi asing tidak berkorelasi dengan pergerakan harga), mereka diam seribu bahasa seolah tidak tahu apa-apa, namun ketika kondisi pasar sesuai dengan kitab sucinya maka mereka berkoar-koar seolah paling jago dalam menebak pergerakan harga.

Demikian tipe-tipe pemberi rekomendasi yang kerap kita jumpai di berbagai forum dan grup saham.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *