Mindset

Saham Bagus Tidak Perlu Cut-loss ?

Saya tergelitik untuk menulis artikel ini, setelah membaca jawaban seorang admin grup saham di whatsapp terhadap pertanyaan seorang anggota grup.

Mungkin jawaban tersebut benar pada saat pertanyaan tersebut diajukan, tapi pernyataan “tidak perlu cut loss” itu sangatlah menyesatkan, terlebih jika dikemukakan pada trader yang masih kurang jam terbangnya.

Saham Bagus

Saham bagus itu bersifat subjektif bagi setiap orang, ada yang menilai saham berdasarkan growth, ada yang menilai berdasarkan earning, ada yang menilai berdasarkan laba/profit. Definisi bagus dalam dunia saham tidak ada standar bakunya, tidak heran para ahli pun memiliki berbagai kriteria berbeda dalam menilai saham.

Masalah kedua, bagus disini bisa berubah dengan cepat dalam waktu beberapa bulan, contoh jika terjadi perubahan fundamental atau perusahaan mengalami kerugian dalam jumlah besar.

Sejarah membuktikan, saham yang bagus pada masanya tidak salamanya bagus (karena bisnis bersifat dinamis, dan prospek sektor usaha dapat berubah dengan cepat) ,contoh: BUMI, LPCK, dsb.

Berdasarkan uraian diatas, rasanya tidak benar jika perusahaan bagus tidak perlu melakukan cut-loss. Tanpa memasang cut-loss, jika besok hari perusahaan tersebut terkena kasus hukum lalu saham turun drastis > 20%, apa tidak pusing ? (Contoh AISA, saham favorit sejuta umat dengan fundamental mumpuni, langsung jadi saham buangan begitu terkena kasus hukum) Berapa lama kita perlu recover dari kerugian 20% tersebut ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *